English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 04 Mei 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Definisi Kebutuhan Nutrisi
Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer
Konstantinides). Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan dipergunakan dalam aktivitas tubuh.

B. Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
System yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah system pencernaan dan organ asesoris. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai anus, sedangkan organ asesoris terdiri dari hati, kantong empedu dan pancreas. Ketiga organ ini membantu pencernaan makanan secara kimiawi.

1. Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan merupakan jalur tempat proses pencernaan. Ada enam langkah proses pencernaan yaitu:
• Ingesti : Proses masuknya makanan kedalam rongga mulut
• Propulsion : Proses pergerakan makanan dalam rongga mulut
• Mechanical digestion: Proses pemecahan makanan.
• Chemical digestion : Proses Katabolisme (Pemecahan makanan menjadi molekul)
• Absorbsion : Proses penyerapan nutrisi makanan
• Defecation proses eliminasi pembuangan sisa pencernaan dr tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari: mulut, farinx, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, anus.
a. Mulut
Mulut merupakan bagian awal dari saluran pencernaan dan terdiri dari atas dua bagian luar yang sempit (vestibula), yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir, pipi, dan bagian dalam, yaitu rongga mulut. Di dalam mulut makanan mengalami proses mekanis melalui penguyahan yang akan membuat makanan dapat hancur sampai merata, dibantu oleh enzim amilase yang akan memecah amilium yang terkandung dalam makanan menjadi maltosa
Proses menguyah ini merupakan kegiatan terkoordinasi oleh lidah, gigi, dan otot menguyah. Di dalam mulut, juga terdapat kelenjar saliva yang menghasilkan saliva untuk proses pencernaan dengan cara mencerna hidrat arang, khususnya amilase, melicinkan bolus sehingga mudah ditelan, menetralkan, serta mengencerkan bolus.
Kelenjar tersebut terdiri atas: kelenjar parotis, kelenjar submandibularis, dan kelenjar sublingualis.
b. Faring
Faring merupakan merupakan bagian saluran pencernaan yang terletak dibelakang rongga hidung, mulut dan faring. Faring berbentuk kerucut dengan bagian terlebar di bagian atas hingga vertebra cervikal ke enam. Faring langsung berhubungan dengan esofagus, sebuah tabung yang memiliki otot dengan panjang kurang lebih 20-25 cm danterletak dibelakang trakea. Di depan tulang punggung, kemudian masuk melalui toraks menembus diafraghma yang berhubungan langsung dengan rongga abdomen serta menyambung dengan lambung.
c. Esofagus
Esofagus merupakan bagian yang berfungsi mengantarkan makanan dari faring menuju lambung. Esofagus berbentuk seperti silinder yang berongga dengan panjang kuramng lebih 2 cm dengan kedua ujungnya dilindungi oleh sphinkter. Dalam keadaan normal sphinkter bagian atas selalu tertutup, kecuali bila ada makanan masuk ke dalam lambung. Keadaan ini bertujuan untuk mencegah gerakan balik sisi ke organ bagian atas, yaitu esofagus. Proses penghantaran makanan dilakukan dengan cara peristaltik, yaitu lingkaran serabut otot di depan makanan mengendor dan yang di belakang makanan berkontraksi.
d. Lambung
Lambung merupakan bagian saluran pencernaan yang terdiri dari bagian atas (disebut fundus), bagian utama, dan bagian bawah dan berbentuk horizontal (antrum pilorik). Lambung berhubungan langsung dengan esofagus melalui orifisium pilorik. Lambung terletak dibagian diafraghma dan di depan pankreas, sedangkan limpa menempel pada sebelah kiri fundus.
e. Usus Halus
Usus halus merupakan tabung berlipat-lipat dengan panjang kurang lebih 2,5 meter dalam keadaan hidup. Usus halus terletak di daerah umblikus dan dikelilingi oleh usus besar yang memanjang dari lambung hingga katup illeo secal. Usus halus terdiri atas 3 bagian yaitu; duodenum dengan panjang kurang lebih 25 cm, jejenum dengan panjang kurang lebih 2 meter, illeum dengan panjang kurang kurang lebih 1 meter. Lapisan dinding dalam usus halus mengandung berjuta-juta vili, kira-kira sebanyak 4-5 juta, yang menyerupai mukosa menyerupai berudu. Pada permukaan setiap vili terdapat tonjolan yang menyerupai jari-jari yang disebut mikrovili.
f. Usus Besar
Usus besar atau disebut juga sebagai kolon merupakan sambungan dari usus halus yang dimulai dari katup illeo secal. Usus besar memiliki panjang kurang lebih 1,5 meter. Kolon terbagi atas; asenden, transversum, desenden, sigmoid. Fungsi utama usus besra adalah mengabsorbsi air (kurang lebih 90%), elektolit, vitamin dan sedikit glukosa. Kapasitas absorbsi air kurang lebih 5000 cc/hari.
g. Rektum dan Anus
Rektum terletak dibawah colon sigmoid, di dalam rongga pelvis di depan os. Sakrum dan os. koksigis, panjagnya lebih kurang 12 cm. Anus terletak di dasar pelvis dan dindingnya diperkuat 3 sfingter :
• sphinkter ani internal yang bekerja tdk menurut kehendak
• sphinkter levator ani yang bekerja tidak menurut kehendak
• sphinkter ani eksternal yang bekerja menurut kehendak
Organ Acessoris
Merupakan organ yang tidak dilewati oleh zat makanan, tapi ikut membantu proses pencernaan dengan mensekresi enzim-enzim. Organ-organ acessoris sistem pencernaan terdiri dari; hepar (hati), kandung empedu, dan pankreas.
1. Hati
Hati merupakan kelenjar aksesori terbesar dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan dengan berat 1000 – 1800 gram. Terletak dalam rongga abdomen sebelah kanan atas, dibawah diafragma. Hati terdiri dari 4 lobus: sinistra, dekstra, kaudatus & kuadratus. Fungsi hati adalah menghasilkan cairan empedu, fagositosis bakteri dan benda asing lainnya, memproduksi sel darah merah, dan menyimpan glikogen.
2. Kantong Empedu
Merupakan kantong yang berbentuk terong, terletak di bawah hati dan memiliki panjang 8-12 cm dan volumenya 40-60 cm3. Fungsi kantong empedu adalah menghasilkan dan menyimpan cairan empedu berwarna kuning keemasan (kuning kehijauan) berjumlah ± 500-1000 ml sehari, membantu pencernaan lemak, memproduksi sterkobilin yg memberikan warna kuning pada feses dan urin.
3. Pankreas
Sekumpulan kelenjar yg strukturnya mirip kelenjar ludah, panjangnya lebih kurang 15 cm dan lebar kurang lebih 5 cm. Pankreas teridiri atas tiga bagian; caput, korpus dan caudal. Fungsi pancreas adalah :
• Fungsi eksokrin : produksi getah pankreas yang berisi enzim dan elektrolit.
• Fungsi endokrin : terdiri dari sekelompok sel epitelium yg disebut pulau langerhans yg memproduksi insulin untuk transportasi glukosa ke sel dan glukagon untuk metabolisme karbohidrat.

C. Macam-Macam Nutrien
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, pada umumnya dalam bentuk amilum. Pembentukan amilum terjadi dalam mulut melalui enzim ptialin yang ada dalam air ludah. Amilum diubah menjadi maltosa kemudian diteruskan ke dalam lambung. Dari lambung hidrat arang dikirim terus ke usus dua belas jari. Getah pankreas yang dialirkan ke usus dua belas jari mengandung amilase. Dengan demikian sisa amilum yang belum diubah menjadi maltosa oleh amilase pankreas diubah seluruhnya menjadi maltosa. Maltosa ini kemudian diteruskan kedalam usus halus. Usus halus mengeluarkan getah pankreas hidrat arang, yaitu maltose yang bertugas mengubah maltosa menjadi dua molekul glukosa sakarosa yaitu fruktosa dan glukosa. Laktose bertugas mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Setelah berada dalam usus halus, seluruhnya diubah menjadi monosakarida oleh enzim-enzim tadi.
2. Lemak
Penyerapan lemak dimulai dalam lambung (walau hanya sedikit), karena dalam mulut tidak ada enzim pemecah lemak. Lambung mengeluarkan enzim lipase untuk menghubah sebagian kecil lemak menjadi asam lemak dan gliserin, kemudian diangkut melalui getah bening dan selanjutnya masuk kedalam peredaran darah untuk kemudian di hati. Sintesis kembali terjadi dalam saluran getah bening, mengubah lemak gliserin menjadi lemak seperti aslinya.
Penyerapan lemak dillakuklan secara pasif setelah lemak diubah menjadi gliserol asam lemak. Asam lemak mempunyai sifat empedu, asam lemak yang termulsi inimampu di serap melawati dinding usus halus. Penyerapan membutuhkan tenaga, lagi pula tidak semua lemak dapat diserap, maka penyerapan lemak dapat dikatakan dengan cara aktif selektif.
3.Protein
Kelenjar ludah tidak dapat membuat enzim protease. Enzim proterase baru terdapat dalam lambung, yaitu pepsin, yang mengubah protein menjadi albumuminosa dan pepton.
Kemudian, tripsin dalam usus dua belas jari yang berasal dari pankreas mengubah sisa protein yang belum sempurna menjadi albuminosa dan pepton. Dalam usus halus, albuminosa dan pepton seluruhnya diubah oleh enzim pepsin menjadi asam-asam amino yang siap untuk diserap.
Protein yang telah diubah kedalam bentuk asam amino yang mudah larut dalam air ini juga dapat diserap secara pasif dan memasuki langsung pembuluh darah.
4. Mineral
Mineral hadir dalam bentu tertentu sehingga tubuh mudah untuk memeprosesnya. Umumnya, mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi pasif maupun transportasi aktif.
Mekanisme transprotasi aktif penting jika kebutuhan tubuh meningkat atau adanya diet rendah kadar mineral. Hormon adalah zat yang memegang peranan penting dalam mengatur mekanisme aktif ini. Penyerapan dapat lebih jauh dipengaruhi oleh isi sistem pencernaan.
Beberapa senyawa organik tertentu, seperti asam oxalit, akan menghambat penyerapan kalsium. Beberapa dari mineral adalah komponen esensial dari jaringan tubuh, sedang yang lainnya esensial pada proses kimia tertentu.
5. Vitamin
Pencernaan vitamin melibatkan penguraiannya menjadi molekul-molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap secara efektif. Beberapa penyerapn vitamin dilakukan denagn difusi sederhana, tetapi sistem transportasi aktif sangat penting untuk memastikan pemasulkan yang cukup.
Vitamin yang larut dalm lemak diserap oleh sistem transportasi aktif yang juga membawa lemak ke seluruh tubuh, sedang vitamin yang larut dalam air mempunyai beberapa variasi mekanisme transportasi aktif.
6. Air
Air merupakan zat makanan paling mendasar yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tubuh manusia terdiri 50%-70 air. Asupan air secara teratur sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup dibandingkan dengan pemasukan nutrisi lain.
Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar dibandingkan orang dewasa. Semakin tua umur seseorang, maka proporsi air dalam tubuhnya akan semakin berkurang. Pada orang dewasa asupan air berkisar antara 1200-1500 cc per hari, namun dianjurkan sebanyak 1900 cc sebagai batas optimum. Selain itu, air yang masuk ke tubuh melalui makanan lain berkisar antara 500-900 cc per hari.
D. Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan Nutrisi
1. Pengetahuan
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat memengaruhi pola konsumsi makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurngnya informasi sehinga dapat terjadi kesaalahan dalam memenuhi kebutuhan gizi.
2. Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan bergizi tinggi dapat memengaruhi status gizi seseorang. Misalnya, di beberapa daerah, tempe yang merupakan sumber protein yang paling murah, tidak dijadikan bahan makanan yang layak untuk dimakan karena masyarakat menganggap bahwa makanan tersebut dapat merendahkan derajat mereka.
3. Kebiasaan
Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga dapat memengaruhi status gizi. Misalnya di beberapa daerah, terdapat larangan makan pisang dan pepaya bagi para gadis remaja. Padahal makanan tersebut merupakan sumber vitamin yang baik.
4. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat yang dibutuhkan secara cukup. Kesukaan dapat mengakibatkan merosotnya gizi pada remaja bila nilai gizinya tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan.
5. Status Ekonomi
Status ekonomi dapat memengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perokonomian yang tinggi biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya dibandingkan masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.
E. Masalah Kebutuhan Nutrisi
1. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan asupan nutrisi untuk proses metabolisme.
Tanda Klinis:
• Berat badan 10-20% di bawah normal.
• Tinggi badan dibawah ideal.
• Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar.
• Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot.
• Adanya penurunan albumin serum.
• Adanya penurunan transfersin.
Kemungkinan penyebab:
• Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker.
• Disfagia karena adanya kelainan persarafan.
• Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit crohn atau intoleransi laktosa.
• Nafsu makan menurun.
2. Kelebihan Nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai resiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme secara berlebih.
Tanda Klinis:
• Berat badan lebih dari 10% berat ideal.
• Obesitas (lebih dari 20% berat ideal).
• Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita.
• Adanya jumlah asupan yang berlebihan.
• Aktivitas menurun atau monoton.
Kemungkinan Penyebab:
• Perubahan pola makan
• Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman
3. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya dengan adanya berat badan rendah dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan energi, pucat pada kulit, membran mukosa, konjungtiva dan lain-lain.
4. Obesitas
Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan uyang mencapai lebih dari 20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan metabolisme karena kelebihan asupan kalori dan penurunan dalam penggunaan kalori.
5. Diabetes Militus
Diabetes Militus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat secara berlebihan.
6. Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang disebabkan oleh berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebihan.
7. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Jantung Koroner merupakan gangguan pemenuhan nutrisi yang sering disebabakan oleh peningkatan kolesterol darah dan merokok. Saat ini, gangguan ini sering dialami karena adanya perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat.


BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian

a. Riwayat keperawatan dan diet
1. Anggaran makan, makanan kesukaan, waktu makan
2. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus?
3. Adakah penurunan dan peningkatan BB dan berapa lama periode waktunya?
4. Adakah toleransi makan/minum tertentu?

b. Faktor yang mempengaruhi diet
1. Status kesadaran
2. Kultur dan kepercayaan
3. Status sosial ekonomi
4. Faktor psikologis
5. informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet

c. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan fisik : lesu
2. Berat badan : Obesitas, kueus
3. Otot : Lemah, tonus kurang, tidak mampu bekerja
4. Pengukuran tinggi dan berat badan klien diperoleh ketika masuk RS/ lingkungan pelayanan kesehatan apapun
5. Pengukuran BB pada waktu yang sama setiap hari pada skala yang sama dan dengan pakaian yang sama
6. Pengukuran antropometri :
- BB ideal : (TB – 100) ± 10 %
- Lingkar pergelangnan tangan
- Lingkar lengan atas (LLA)
Nilai normal wanita : 28,5 cm
Pria : 28,3 cm
- Lipatan kulit pada otot trisep (TSF)
Nilai normal wanita : 16,5 – 18 cm
Pria : 12,5 -. 16,5 cm

d. Laboratorium
- Albumin : (N : 4 – 5,5 mg/100 ml)
- Transferin : (N : 170 – 25 mg/100 ml)
- HB : (N : 12 mg %)
- BUN : ( N : 10 -20 mg/100 ml)


2. Diagnosa Keperawatan

A. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
• Kemungkinan berhubungan dengan :
1. Mual/muntah
2. Gangguan intake makanan
3. gangguan menelan
4. efek dari pengobatan

• Kemungkinan data yang ditemukan :
1. Berat badan menurun
2. Kelemahan
3. kesulitan makan
4. nafsu makan berkurang
5. hipotensi
6. ketidakseimbangan elektrolit
7. kulit kering

• Kondisi kilnis yang mungkin terjadi
1. Anoreksia nervosa
2. AIDS
3. Pembedahan
4. Kehamilan
5. Kanker
6. Anemia

• Tuhuan yang diharapkan :
1. Terjadi penigkatan BB sesuai batasan waktu
2. Penigkatan status nutrisi

• Hasil yang diharapkan :
1. Klien akan bertambah BB rata-rata ¼ sampai 0,5 kg/ minggu
2. Parameter laboratorium akan menunjukkan bukti hidrasi adekuat dan meningkatkan parameter nutrisi

B. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh
• Kemungkinan berhubungan dengan :
1. Kelebihan intake
2. Gaya hidup
3. Perubahan kultur

• Kemungkinan data yang ditemukan :
1. 20 % lebih berat dari badan ideal
2. Pola makan yang berlebihan

• Kondisi klinis kemungkinan terjadi
1. Obesitas
2. Hipotiroidisme
3. Pasien dengan pemakaian kortikosteroid

• Tujuan yang diharapkan :
1. Teridentifikasinya kebutuhan nutrisi dan berat badan yang terkontrol
2. Pernencanaan kontrol berat badan untuk yang akan datang
3. tidak terjadinya penurunan berat badan yang berlebihan

• Implementasi
Tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan yang sudah dibuat

• Evaluasi
1. Apakah ada peningkatan BB?
2. Apakah rencana makan yang diprogramkan dimana asupan kalori cukup untuk menurunkan berat badan tercapai?


Daftar Pustaka


• Perry dan Poter, Buku ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4 Volume 2. Jakarta : EGC 2005.


• Dongoes, Marilyn E. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta : EGC, 1993


• Wartonah, Tarwoto. Keebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta, Salemba Medika 2006

0 komentar:

Posting Komentar