For the Starters

I Hope in the Blessed

Paint

Make your colorful life

Homeland

As a place to life

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 04 Mei 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN

A. Kebutuhan Oksigen
Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ), yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa.
Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia, yaitu kebutuhan fisiologis. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidupnya, dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel.
B. Konsep Dasar Oksigenasi
Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2, energi dan air. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.
C. Organ-Organ Pernapasan
Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan.



1. Hidung
Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Manusia menghirup udara melalui hidung. Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Di dalam rongga hidung terjadi penyesuaian suhu dan kelembapan udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap. Udara bebas tidak hanya mengandung oksigen saja, namun juga gas-gas yang lain. Misalnya, karbon dioksida (CO2), belerang (S), dan nitrogen (N2). Gas-gas tersebut ikut terhirup, namun hanya oksigen saja yang dapat berikatan dengan darah. Selain sebagai organ pernapasan, hidung juga merupakan indra pembau yang sangat sensitif. Dengan kemampuan tersebut, manusia dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang mungkin mengandung bakteri dan bahan penyakit lainnya. Dari rongga hidung, udara selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan.
2. Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan merupakan bagian dari organ pernapasan. Tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tengorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), dan cabang batang tenggorokan (bronkus).

Setelah melewati hidung, udara masuk menuju pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Setelah melalui laring, udara selanjutnya menuju ke batang tenggorokan (trakea). Pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup epiglotis. Katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara dan menutup pada saat menelan makanan. Adanya katup tersebut, udara akan masuk ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung. Jika makan sambil berbicara, hal tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan. Oleh karenanya, hindarilah makan sambil berbicara. Pada laring, di bawah epiglotis, terdapat pita suara. Ketika udara melewati pita suara, pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Hal ini terjadi ketika berbicara.
3. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Oleh karena itu, dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah.
4. Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. Pembatas ini bukan sekedar pembatas, tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Paru-paru pada dasarnya merupakan cabang-cabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. Gelembunggelembung tersebut disebut alveoli (tunggal: alveolus). Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri. Agar lebih jelas, perhatikan gambar penampang sistem pernapasan manusia berikut ini.


D. Proses Pernapasan
Saat bernapas, menghirup udara melalui hidung. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gasgas lain. Dari hidung, udara terus masuk ke tenggorokan, kemudian ke dalam paru-paru. Akhirnya, udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi. Dalam darah, oksigen diikat oleh hemoglobin. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Selanjutnya, darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas.

Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Sewaktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Saat kamu mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas. Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. Jadi, hal yang perlu diingat, bahwa udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil.
Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan;
1. Vertilisasi
Proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi dipengaruhi oleh:
a. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer.
b. Adanya kondisi jalan nafas yang baik.
c. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis.
Pusat pernapasan, yaitu medula oblongata dan pons, dipengaruhi oleh proses vertilisasi
2. Refusi, Penyaluran oksigen oleh darah keseluruh kapiler pulmonalis
3. Difusi, Pertukaran antara oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke alveoli. Proses ini dipengaruhi oleh:
a. Luasnya permukaan paru-paru.
b. Tebal membran respirasi/ permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial.
c. Perbedaan tekanan dan konsentrasi oksigen.
d. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb.
4. Transportasi, Proses pendistribusian antara oksigen kapiler ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh:
a. Kardiak output, dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung.
b. Kondisi pembuluh darah, latihan & aktivasi seperti olahraga, dan lain-lain.
E. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen
1. Faktor Fisiologis
gangguan pada fungsi fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang. Kondisi ini lambat laun dapat mempengaruhi fungsi pernafasannya.
? Penurunan kapasitas angkut O2, secara fisiologis daya angkut hemoglobin untuk membawa O2 ke jaringan adalah 97 %. Akan tetapi, nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila terdapat gangguan pada tubuh. Misalnya pada penderita anemia atau pada saat terpapar zat beracun. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pengikatan O2.
? Penurunan konsentrasi O2 inspirasi. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan alat terapi pernafasan dan penurunann kadar O2 lingkungan.
? Hipovolemia, kondisi ini disebabkan oleh penurunan sirkulasi darah akibat kehilangan cairan ekstraseluler yang berlebihan ( misal pada penderita syok atau dehidrasi berat ).
? Peningkatan laju Metabolik, kondisi ini dapat terjadi pada kasus infeksi dan demam yang terus menerus yang mengakibatkan peningkatan laju metabolik. Akibatnya tubuh mulai memecah persediaan protein dan menyebabkan penurunan masa otot.
? Kondisi lainnya, kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti kehamilan, obesitas, abnornalitas musculus sceletal ( misal pectus excavatum dan kifosis ), trauma, penyakit otot, penyakit susunan syaraf, gangguan syaraf pusat dan penyakit kronis.
2. Status Kesehatan
Pada orang yang sehat, sistem pernafasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akan tetapi pada kondisi sakit tertentu, proses oksigenasi tersebut dapat terhambat sehingga mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh. Kondisi tersebut antara lain: gangguan pada sisten pernafasan dan kardiovaskuler, penyakit kronis, penyakit obstruksi pernafasan atas, dll.




3. Faktor Perkembangan
Tingkat perkembangan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sistem pernafasan individu.
? Bayi prematur. Bayi yang lahir prematur beresiko menderita penyakit membran serupa hialin yang ditandai dengan berkembangnya membran serupa hialin yang membatasi ujung saluran pernafasan.
? Bayi dan anak-anak. Beresiko mengalami infeksi saluran napas atas, seperti faringitis, influenza, tinsilitis, dan aspirasi benda asing ( misal makanan, permen, dan lain-lain )
? Anak usia sekolah dan remaja. Beresiko mengalami infeksi saluran napas akut akibat kebiasaan buruk, seperti merokok.
? Dewasa muda dan paruh baya. Kondisi stres, kebiasaan merokok, diet yang tidak sehat, kurang berolahraga, merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru pada usia ini.
? Lansia. Proses penuaan yang terjadi pada lansia menyebabkan perubahan pada fungsi normal pernafasan, seperti penurunan elastisitas paru, pelebaran alveolus, dilatasi saluran bronkus, dan kifosis tulang belakang yang menghambat ekspansi paru sehingga berpengaruh pada penurunan kadar O2.
4. Faktor Perilaku
Perilaku keseharian individu dapat berpengaruh terhadap fungsi pernafasannya. Status nutrisi, gaya hidup, kebiasaan berolah raga, kondisi emosional, dan penggunaan zat-zat tertentu secara tidak langsung akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh.
? Nutrisi. Kondisi berat badan berlebih (obesitas) dapat menghambat ekspansi paru, sedangkan mal nutrisi berat dapat mengakibatkan pelisutan otot pernafasan yang akan mengurangi kkeuatan kerja pernafasan
? Olah Raga. Latihan fiisk akan meningkatkan aktivitas metabolik, denyut jantung, dan kedalaman serta frekuensi pernafasan yang meningkatkan kebutuhan oksigen.
? Ketergantungan zat adiktif. Penggunaan alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mengganggu proses oksigenasi. Hal ini terjadi karena:
o Alkohol dan obat-obatan dapat menekan pusat pernafasan dan susunan syaraf pusat sehingga mengakibatkan penurunan laju dan kedalaman pernafasan.
o Penggunaan narkotika dan analgesik, terutama morfin dan meperidin, dapat mendepresi pusat pernafasan sehingga menurunkan laju dan kedalaman pernafasan.
? Emosi. Perasaan takut, cemas, dan marah yang tidak terkontrol akan merangsang aktivitas syaraf simpatis. Kondisi ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan frekuensi pernafasan sehingga kebutuhan oksigen meningkat
? Gaya hidup. Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan oksigen seseorang. Merokok dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi perifer dan penyakit jantung. Selain itu, nikotin yang terkandung dalam rokok bisa mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner.

5. Lingkungan
? Suhu. Faktor suhu ( panas atau dingin) dapat berpengaruh terhadap afinitas atau kekuatan ikatan Hb dan O2. dengan kata lain, suhu lingkungan juga mempengaruhi kebutuhan oksigen seseorang.
? Ketinggian. Pada dataran yang tinggi akan terjadi penurunan pada tekanan udara sehingga tekanan oksigen juga ikut menurun. Akibatnya orang yang tinggal di dataran yang tinggi cenderung mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan denyut jantung. Sebaliknya, pada dataran yang rendah akan mengalami peningkatan tekanan oksigen
? Polusi. Polusi udara seperti asap atau debu sering kali menyebabkan sakit kepala, pusing, batuk, terdesak, dan bernagai gangguan pernafasan lain pada orang yang menghisapnya. Para pekerja di pabrik asbes atau bedak tabur beresiko tinggi menderita penyakit paru akibat terpapar zat berbahaya.

F. Gangguan/ Masalah Kebutuhan Oksigenasi
1. Hipoksia
Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan kebutuhan oksigen di tingkat sel.
2. Perubahan pola pernapasan
a. Takipnea, Pernapasan dengan frekuensi lebih dari 24 kali per menit.
b. Bradipnea, Pola pernapasan yang lambat abnormal, ? 10 kali per menit.
c. Hiperventilasi, Cara tubuh mengompensasi metabolisme tubuh yang terlampau tinggi dengan pernapasan lebih cepat dan dalam sehingga terjadi peningkatan jumlah oksigen dalam paru-paru.
d. Kussmaul, Pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat pada keadaan asidosis metabolik.
e. Hipoventilasi , Upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup pada ventilasi alveolar.
f. Dispnea, Sesak dan berat saat bernafas.
g. Ortopnea, Kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri.
h. Cheyne stokes, Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik kemudian menurun dan berhenti, lalu dimulai lagi dari siklus baru.
i. Pernapasan paradoksial, Di mana dinding paru-paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal.
j. Biot , Pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, akan tetapi amplitudonya tidak teratur.
k. Stridor , Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan.
l. Sianosis, Kebiruan pada kulit karena jumlah haemoglobin dioksigenasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit atau kapiler.
3. Obstruksi jalan nafas
Suatu keadaan pada individu dengan pernapasan yang mengalami ancaman, terkait dengan ketidakmampuan batuk secara efektif.
Tanda klinis:
• Batuk tidak efektif atau tidak ada
• Tidak mampu mengeluarkan sekret di jalan napas
• Suara napas menunjukkan adanya sumbatan
• Jumlah, irama,dan kedalaman pernapasan tidak normal.
4. Pertukaran gas
Suatu kondisi pada individu yang mengalami penurunan gas, baik oksigen maupun karbondioksida, antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler.
Tanda klinis:
• Dispenia pada usaha napas
• Napas denagn bibir pada fase ekspirasi yang panjang
• Agitasi
• Lelah, letargi.
• Meningkatnya tahanan vascular paru-paru.
• Menurunnya saturasi oksigen dan meningkatnya PaCO2
• Sianosis

G. Terapi Oksigen
Terapi oksigen diberikan pada pasien yang mengalami gangguan ventilasi pada seluruh area paru, pasien dengan pertukaran gas, serta mereka yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan terapi oksigen guna mencegah hipoksia. Sejumlah sistem pemberian oksigen tersedia bagi klien diberbagai kondisi. Pilihan tersebut tergantung pada kebutuhan oksigen klien, kenyamanan, dan tingkat perkembangannya. Suplai oksigen sendiir juga diberikan dalam beberapa cara. Di sejumlah rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang, suplia oksigen disalurkan melalui pipa panjang yang tertanam di dinding rumah sakit dan bermuara langsung di samping tempat tidur pasien. Ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi oksigen langsung pada saat dibutuhkan. Hal lainnya yang harus diperhatikan saat memberikan terapi oksigen adalah tindakan pengamanan (safety precaution) guna mencegah bahaya kebakaran. Beberapa upaya pengamanan tersebut adalah:
• Hindari menyalakan api disekitar sumber oksigen karena dapat meledak
• Beritahu klien atau pengunjung untuk tidak merokok didikat sumber tersebut
• Lakukan pengecekan perlengkapan listrik, terutama kabel-kabel diruangan tersebut. Pastikan semuanya masih berfungsi dengan baik
• Hindari penggunaan benda-benda dari serat atau tenunan sintesis
• Hindari menggunakan minyak tanah atau bensin di sekitar sumber oksigen

1. Penatalaksanaan Sumber Oksigen
Sumber oksigen di rumah sakit dapat meliputi oksigen dinding dan batang oksigen.
a. Sumber Dinding, penata laksanaan pemberian oksigen melalui sumber dinding meliputi
• Pasangkan flowmeter pada sumber oksigen, gunakan tekanan yang tidak terlalu kuat
• Isi botol dengan kain steril, pasang pada flowmeter, dan atur aliran flowmeter
• Pasangkan alat yang akan digunakan pada selang atau saluran oksigen.
b. Tabung, meliputi :
• Lepas penutup pelindung tabung
• Putar keran tabung secara perlahan sampai oksigen sedikit keluar untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat di saluran keluar oksigen. Lakukan dengan hati-hati sebab tindakan teersebut dapat menimbulkan bunyi yang keras.
• Sambungkan flowmeter dengan outlet silinder, kencangkan dengan kunci inggris atau tang.
• Letakkan tabung pada posisi mantap. Lepaskan katup secara perlahan sampai terbuka penuh, lalu kembalikan atau tutup sampai seperempatnya.
• Atur flowmeter sesuai dengan kebutuhan (intruksi dokter)
• Isi botol pelembab dengan air suling, kemudian pasang pada tempatnya
• Sambungkan saluran oksigen dengan alat yang akan digunakan klien.

2. Pemberian Terapi Oksigen
Metode Pemberian Oksigen dapat dibagi menjadi 2 tehnik, yaitu :
1. Sistem Aliran Rendah
Sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan, menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal klien. Ditujukan untuk klien yang memerlukan oksigen, namun masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal, misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 – 20 kali permenit.
Contoh sistem aliran rendah adalah :
1. Kanula nasal
2. Kateter nasal
3. Sungkup muka sederhana,
4. Sungkup muka dengan kantong rebreathing,
5. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing.


a. Kateter Nasal
Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen secara kontinyu dengan aliran 1 – 6 liter/mnt dengan konsentrasi 24% - 44%.
- Keuntungan
Pemberian oksigen stabil, klien bebas bergerak, makan dan berbicara, murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap.
- Kerugian
Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 45%, tehnik memasukan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal, dapat terjadi distensi lambung, dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring, aliran dengan lebih dari 6 liter/mnt dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung, serta kateter mudah tersumbat.
b. Kanul Nasal
Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan oksigen kontinyu dengan aliran 1 – 6 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen sama dengan kateter nasal.
- Keuntungan
Pemberian oksigen stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur, pemasangannya mudah dibandingkan kateter nasal, klien bebas makan, bergerak, berbicara, lebih mudah ditolerir klien dan terasa nyaman.
- Kerugian
Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%, suplai oksigen berkurang bila klien bernafas melalui mulut, mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1 cm, dapat mengiritasi selaput lendir.
Kanul Nasal
c. Sungkup Muka Sederhana
Merupakan alat pemberian oksigen kontinu atau selang seling 5 – 8 liter/mnt dengan konsentrasi oksigen 40 – 60%.
- Keuntungan
Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal, sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar, dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol.
- Kerugian
Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen kurang dari 40%, dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah.
d. Sungkup Muka dengan Kantong Rebreathing :
Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 – 80% dengan aliran 8 – 12 liter/mnt
- Keuntungan
Konsentrasi oksigen lebih tinggi dari sungkup muka sederhana, tidak mengeringkan selaput lendir
- Kerugian
Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah, jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong oksigen bisa terlipat.
e. Sungkup Muka dengan Kantong Non Rebreathing
Teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8 – 12 liter/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi
- Keuntungan :
Konsentrasi oksigen yang diperoleh dapat mencapi 100%, tidak mengeringkan selaput lendir.
- Kerugian
Kantong oksigen bisa terlipat.

masker non rebreathing
2. Sistem Aliran Tinggi
Teknik pemberian oksigen dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan, sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi oksigen yang lebih tepat dan teratur.
Contoh tehnik sistem aliran tinggi adalah sungkup muka dengan ventury.
Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai ooksigen sehingga tercipta tekanan negatif, akibatnya udara luar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 – 14 liter/mnt dengan konsentrasi 30 – 55%.
- Keuntungan
Konsentrasi oksigen yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2, suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2
- Kerugian
Tidak dapat memberikan oksigen konsentrasi rendah, jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong oksigen bisa terlipat.
H. Pernafasan Buatan
Nafas Buatan disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Bantuan Hidup Dasar atau CPR (CardioPulmonary Resuscitation), merupakan suatu tindakan kegawatan sederhana tanpa menggunakan alat bertujuan menyelamatkan nyawa seseorang dalam waktu yang sangat singkat (Rahmad, 2009).
Prinsip utama RJP adalah, orang yang tidak bernafas dan atau jantungnya tidak berdetak (Henti Jantung)

1. Orang yang tidak bernafas
Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban/pasien. Henti napas merupakan kasus yang harus dilakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar. Henti napas dapat terjadi pada keadaan:
• Tenggelam
• Stroke (Mempunyai riwayat hipertensi, trus tiba-tiba jatuh/pingsan)
• Obstruksi jalan napas (Kerusakan daerah tenggorokan)
• Epiglotitis (Peradangan Pita Suara)
• Overdosis obat-obatan
• Tersengat listrik
• Infark miokard (Serangan Jantung)
• Tersambar petir
• Koma akibat berbagai macam kasus (Pingsan tanpa penyebab)
Pada awal henti napas oksigen masih dapat masuk kedalam darah untuk beberapa menit dan jantung masih dapat mensirkulasikan darah ke otak dan organ vital lainnya, jika pada keadaan ini diberikan bantuan napas akan sangat bermanfaat agar korban dapat tetap hidup dan mencegah henti jantung.

2. Henti jantung
Pada saat terjadi henti jantung, secara langsung akan terjadi henti sirkulasi darah. Henti sirkulasi ini akan dengan cepat menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadinya henti jantung.
Jika Kita Bertemu Dengan Orang Seperti Diatas, Ada dua prinsip penting, yaitu:
• Jangan lupa untuk memanggil bantuan, karna RJP hanyalah tindakan pertolongan partama yang selanjutnya perlu tindakan medis
• Pastikan kondisinya memang sesuai dengan kriteria RJP melalui pemeriksaan primer.

a. Pemeriksaan Primer
Prinsip pemeriksaan primer adalah bantuan napas dan bantuan sirkulasi. Untuk dapat mengingat dengan mudah tindakan survei primer dirumuskan dengan abjad A, B, C, yaitu :
• A airway (jalan napas)
• B breathing (bantuan napas)
• C circulation (bantuan sirkulasi)
Sebelum melakukan tahapan A (airway), harus terlebih dahulu dilakukan prosedur awal pada korban/pasien, yaitu :
1. Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong
2. Memastikan kesadaran dari korban/pasien. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak penolong harus melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban/pasien, dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban/pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan, sambil memanggil namanya atau Pak !!! / Bu!!! / Mas!!! /Mbak !!!.
3. Meminta pertolongan. Jika ternyata korban/pasien tidak memberikan respon terhadap panggilan, segera minta bantuan dengan cara berteriak “Tolong !!!” untuk mengaktifkan sistem pelayanan medis yang lebih lanjut.
4. Memperbaiki posisi korban/pasien. Untuk melakukan tindakan RJP yang efektif, korban/pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. jika korban ditemukan dalam posisi miring atau tengkurap, ubahlah posisi korban ke posisi terlentang. penolong harus membalikkan korban sebagai satu kesatuan antara kepala, leher dan bahu digerakkan secara bersama-sama. Jika posisi sudah terlentang, korban harus dipertahankan pada posisi horisontal dengan alas tidur yang keras dan kedua tangan diletakkan di samping tubuh.
5. Mengatur posisi penolong. Segera berlutut sejajar dengan bahu korban agar saat memberikan bantuan napas dan sirkulasi, penolong tidak perlu mengubah posisi atau menggerakkan lutut.

AIRWAY (Jalan Napas)
Setelah selesai melakukan prosedur dasar, kemudian dilanjutkan dengan melakukkan tindakan :
• Pemeriksaan jalan napas
Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu, kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain, sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger, dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari telunjuk Pada mulut korban.
• Membuka jalan napas
Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing, biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang, maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink, inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara Tengadah kepala topang dagu (Head tild – chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula (Rahang Bawah).

BREATHING (Bantuan napas)
Prinsipnya adalah memberikan 2 kali ventilasi sebelum kompresi dan memberikan 2 kali ventilasi per 10 detik pada saat setelah kompresi. Terdiri dari 2 tahap :
1. Memastikan korban/pasien tidak bernapas.
Dengan cara melihat pergerakan naik turunnya dada, mendengar bunyi napas dan merasakan hembusan napas korban/pasien. Untuk itu penolong harus mendekatkan telinga di atas mulut dan hidung korban/pasien, sambil tetap mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Prosedur ini dilakukan tidak boleh melebihi 10 detik.
2. Memberikan bantuan napas.
Jika korban/pasien tidak bernapas, bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke mulut, mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1,5 – 2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 7000 – 1000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16 – 17%. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas.
Cara memberikan bantuan pernapasan :
o Mulut ke mulut
Bantuan pernapasan dengan menggunakan cara ini merupakan cara yang tepat dan efektif untuk memberikan udara ke paru-paru korban/pasien. Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut, penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah udara keluar kembali dari hidung. Volume udara yang diberikan pada kebanyakkan orang dewasa adalah 700 – 1000 ml (10 ml/kg). Volume udara yang berlebihan dan laju inpirasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan udara memasuki lambung, sehingga terjadi distensi lambung.
o Mulut ke hidung
Teknik ini direkomendasikan jika usaha ventilasi dari mulut korban tidak memungkinkan, misalnya pada Trismus atau dimana mulut korban mengalami luka yang berat, dan sebaliknya jika melalui mulut ke hidung, penolong harus menutup mulut korban/pasien.
o Mulut ke Stoma
Pasien yang mengalami laringotomi mempunyai lubang (stoma) yang menghubungkan trakhea langsung ke kulit. Bila pasien mengalami kesulitan pernapasan maka harus dilakukan ventilasi dari mulut ke stoma.

CIRCULATION (Bantuan sirkulasi)
Terdiri dari 2 tahapan :
1. Memastikan ada tidaknya denyut jantung korban/pasien.
Ada tidaknya denyut jantung korban/pasien dapat ditentukan dengan meraba arteri karotis di daerah leher korban/ pasien, dengan dua atau tiga jari tangan (jari telunjuk dan tengah) penolong dapat meraba pertengahan leher sehingga teraba trakhea, kemudian kedua jari digeser ke bagian sisi kanan atau kiri kira-kira 1 – 2 cm raba dengan lembut selama 5 – 10 detik.
Jika teraba denyutan nadi, penolong harus kembali memeriksa pernapasan korban dengan melakukan manuver tengadah kepala topang dagu untuk menilai pernapasan korban/pasien. Jika tidak bernapas lakukan bantuan pernapasan, dan jika bernapas pertahankan jalan napas.
2. Memberikan bantuan sirkulasi.
Jika telah dipastikan tidak ada denyut jantung, selanjutnya dapat diberikan bantuan sirkulasi atau yang disebut dengan kompresi jantung luar, dilakukan dengan teknik sebagai berikut :
o Dengan jari telunjuk dan jari tengah penolong menelusuri tulang iga kanan atau kiri sehingga bertemu dengan tulang dada (sternum).
o Dari pertemuan tulang iga (tulang sternum) diukur kurang lebih 2 atau 3 jari ke atas. Daerah tersebut merupakan tempat untuk meletakan tangan penolong dalam memberikan bantuan sirkulasi.
o Letakkan kedua tangan pada posisi tadi dengan cara menumpuk satu telapak tangan di atas telapak tangan yang lainnya, hindari jari-jari tangan menyentuh dinding dada korban/pasien, jari-jari tangan dapat diluruskan atau menyilang.
o Dengan posisi badan tegak lurus, penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali (dalam 15 detik = 30 kali kompresi) dengan kedalaman penekanan berkisar antara 1.5 – 2 inci (3,8 – 5 cm).
o Tekanan pada dada harus dilepaskan keseluruhannya dan dada dibiarkan mengembang kembali ke posisi semula setiap kali melakukan kompresi dada. Selang waktu yang dipergunakan untuk melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat melakukan kompresi. (50% Duty Cycle).
o Tangan tidak boleh lepas dari permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada saat melepaskan kompresi.
o Rasio bantuan sirkulasi dan pemberian napas adalah 30 : 2 (Tiap 15 detik = 30 kompresi dan 2 kali tiupan nafas), dilakukan baik oleh 1 atau 2 penolong.

Dari tindakan kompresi yang benar hanya akan mencapai tekanan sistolik 60 – 80 mmHg, dan diastolik yang sangat rendah, sedangkan curah jantung (cardiac output) hanya 25% dari curah jantung normal. Selang waktu mulai dari menemukan pasien dan dilakukan prosedur dasar sampai dilakukannya tindakan bantuan sirkulasi (kompresi dada) tidak boleh melebihi 30 detik.
I. Nilai Normal Respiratory Rate ( RR )
Respiratory rate (RR) alias tingkat respirasi, ventilasi paru-paru atau ventilasi menilai rate, adalah jumlah napas makhluk hidup, seperti manusia, mengambil dalam jangka waktu tertentu (sering diberikan dalam napas per menit). Hanya ada penelitian terbatas pada pemantauan tingkat pernapasan, dan penelitian ini berfokus pada isu-isu seperti ketidaktepatan pengukuran tingkat pernapasan dan laju pernafasan sebagai penanda untuk disfungsi pernafasan.
Laju respirasi menilai biasanya diukur ketika seseorang beristirahat. Melibatkan menghitung jumlah napas dalam satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. Tingkat pernapasan dikenal untuk meningkatkan dengan demam atau penyakit atau kondisi medis lainnya. Jika individu memiliki kesulitan dalam bernapas, yang perlu dicatat. Nilai tingkat pernapasan sebagai indikator memiliki nilai yang terbatas.
Sebuah metode sistematis dilatih pernapasan dikenal untuk menurunkan tingkat respirasi di jantung pasien dan membantu mereka untuk menjaga kadar oksigen darah yang sehat. Rata-rata rentang usia pernapasan diberikan di bawah ini:
• Bayi yang baru lahir - Rata-rata 44 napas per menit
• Bayi - 20-40 napas per menit
• Anak-anak pra sekolah - 20-30 napas per menit
• Anak-anak - 16-25 napas per menit
• Dewasa - 12-20 napas per menit
• Dewasa selama latihan berat - 35-45 napas per menit
• Atlet puncak - 60-70 napas per menit

MASALAH-MASALAH GIZI DI INDONESIA

MASALAH-MASALAH GIZI DI INDONESIA

1. KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)

2. OBESITAS

3. ANEMIA

4. DEFISIENSI VITAMIN A

5. GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)/PROTEIN ENERGI MALNUTRITION (PEM)/PROTEIN CALORI MALNUTRITION (PCM)

    Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama.
    Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki (buteki)
    Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition)
    Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tiep marasmik-kwashiorkor
    Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas

Penyebab

    Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah
    Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan
    Pengetahuan yang kurang tentang gizi
    Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor
    Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus
    Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk , yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI
    Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi

Gejala klinis KEP ringan

    Pertumbuhan mengurang atau berhenti
    BB berkurang, terhenti bahkan turun
    Ukuran lingkar lengan menurun
    Maturasi tulang terlambat
    Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun
    Tebal lipat kulit normal atau menurun
    Aktivitas dan perhatian kurang
    Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan

Pembagian

    Marasmus
    Kwashiorkor
    Marasmus-kwashiorkor

Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi “kurus” dan “emosional”. Sering terjadi pada bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI serta tidak diberi makanan penggantinya, atau terjadi pada bayi yang sering diare.

Penyebab

    Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan
    Kebiasaan makanan yang tidak layak
    Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan

Tanda dan gejala

    Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus
    Mata besar dan dalam, sinar mata sayu
    Mental cengeng
    Feces lunak atau diare
    Rambut hitam, tidak mudah dicabut
    Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit menghilang
    Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur
    Torax atau sela iga cekung
    Atrofi otot, tulang terlihat jelas
    Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya
    Frekuensi nafas berkurang
    Kadar Hb berkurang
    Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin

Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi.

Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan, akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

Penyebab

    Kekurangan protein dalam makanan
    Gangguan penyerapan protein
    Kehilangan protein secara tidak normal
    Infeksi kronis
    Perdarahan hebat

Tanda dan gejala

    Wajah seperti bulan “moon face”
    Pertumbuhan terganggu
    Sinar mata sayu
    Lemas-lethargi
    Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi apatis)
    Rambut merah, jarang, mudah dicabut
    Jaringan lemak masih ada
    Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak keriput)
    Iga normal-tertutup oedema
    Atrofi otot
    Anoreksia
    Diare
    Pembesaran hati
    Anemia
    Sering terjadi acites
    Oedema

Kwashiorkor-marasmik memperlihatkan gejala campuran antara marasmus dan kwashiorkor

Penatalaksanaan

Secara umum

    Ruangan cukup hangat dan bersih
    Posisi tubuh diubah-ubah (karena mudah terjadi dekubitus)
    Pencegahan infeksi nosokomial
    Penimbangan BB tiap hari

Secara khusus

Resusitasi dan terapi komplikasi

    Koreksi dehidrasi dan asidosis (pemberian cairan oralit atau infus)
    Mencegah atau mengobati defisiensi vitamin A
    Terapi Ab bila ada tanda infeksi atau sakit berat

Dietetik

    Prinsip TKTP dan suplemen vitamin mineral
    Bentuk makanan disesuaikan secara individual (cair, lunak, biasa, makanan dengan porsi sedikit-sedikit tapi sering)
    Pemantauan masukan makanan tiap hari (perubahan diet biasanya dilakukan setiap saat)

Persiapan pulang

    Gejala klinik tidak ada
    Nafsu makan baik
    Pembekalan terhadap orang tua tentang gizi, perilaku hidup dan lingkungan yang sehat

Komplikasi

    Infeksi saluran pencernaan
    Defisiensi vitamin
    Depresi mental

Program pemerintah –penanggulangan KEP

Diprioritaskan pada daerah-daerah miskin dengan sasaran utama

    Ibu hamil
    Bayi
    Balita
    Anak-anak sekolah dasar

Keterpaduan kegiatan

    Penyuluhan gizi
    Peningkatan pendapatan
    Peningkatan pelayanan kesehatan
    Keluarga berencana
    Peningkatan peran serta masyarakat

Kegiatan

Peningkatan upaya pemantauan tumbuh kembang anak melalui keluarga, dasawisma dan posyandu

Penanganan secara khusus KEP berat

    Rujukan pelayanan gizi di posyandu
    Peningkatan gerakan sadar pangan dan gizi
    ASI eksklusif

OBESITAS

    adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.
    Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh
    Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan rata-rata, namun tidak selalu identik dengan obesitas

BB >>> tidak selalu obesitas

Penyebab

    Perilaku makan yang berhubungan dengan faktor keluarga dan lingkungan
    Aktifitas fisik yang rendah
    Gangguan psikologis (bisa sebagai sebab atau akibat)
    Laju pertumbuhan yang sangat cepat
    Genetik atau faktor keturunan
    Gangguan hormon

Gejala

    Terlihat sangat gemuk
    Lebih tinggi dari anak normal seumur
    Dagu ganda
    Buah dada seolah-olah berkembang
    Perut menggantung
    Penis terlihat kecil

Terdapat 2 golongan obesitas

    Regulatory obesity, yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan
    Obesitas metabolik, yaitu kelainan metabolisme lemak dan karbohidrat

Resiko/dampak obesitas

    Gangguan respon imunitas seluler
    Penurunan aktivitas bakterisida
    Kadar besi dan seng rendah

Penatalaksanaan

    Menurunkan BB sangat drastis dapat menghentikan pertumbuhannya. Pada obesitas sedang, adakalanya penderita tidak memakan terlalu banyak, namun aktifitasnya kurang, sehingga latihan fisik yang intensif menjadi pilihan utama
    Pada obesitas berat selain latihan fisik juga memerlukan terapi diet. Jumalh energi dikurangi, dan tubuh mengambil kekurangan dari jaringan lemak tanpa mengurangi pertumbuhan, dimana diet harus tetap mengandung zat gizi esensial.
    Kurangi asupan energi, akan tetapi vitamin dan nutrisi lain harus cukup, yaitu dengan mengubah perilaku makan
    Mengatasi gangguan psikologis
    Meningkatkan aktivitas fisik
    Membatasi pemakaian obat-obatan yang untuk mengurangi nafsu makan
    Bila terdapat komplikasi, yaitu sesak nafas atau sampai tidak dapat berjalan, rujuk ke rumah sakit
    Konsultasi (psikologi anak atau bagian endokrin)

ANEMIA

Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit.

Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dan eritrosit lebih rendah dari nilai normal, akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut.

Macam-macam anemia

Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin

Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang, bisa diakibatkan defisiensi vitamin B12

Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leukopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik

ANEMIA DEFISIENSI BESI

    Prevalensi tertinggi terjadi didaerah miskin, gizi buruk dan penderita infeksi
    Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi otak permanen
    Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan, otot kerangka, menurunnya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku.

Ciri

    Akan memperlihatkan respon yang baik dengan pemberian preparat besi
    Kadar Hb meningkat 29% setiap 3 minggu

Tanda dan gejala

    Pucat (konjungtiva, telapak tangan, palpebra)
    Lemah
    Lesu
    Hb rendah
    Sering berdebar
    Papil lidah atrofi
    Takikardi
    Sakit kepala
    Jantung membesar

Dampak

    Produktivitas rendah
    SDM untuk generasi berikutnya rendah

Penyebab

Sebab langsung

    Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi
    Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi
    Infeksi penyakit

Sebab tidak langsung

    Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah

Sebab mendasar

    Pendidikan wanita rendah
    Ekonomi rendah
    Lokasi ggeografis (daerah endemis malaria)

Kelompok sasaran prioritas

    Ibu hamil dan menyusui
    Balita
    Anak usia sekolah
    Tenaga kerja wanita
    Wanita usia subur

Penanganan

    Pemberian Komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) serta suplemen tambahan pada ibu hamil maupun menyusui
    Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta pemberian suplemen dalam bentuk multivitamin kepada balita
    Pembekalan KIE kepada guru dan kepala sekolah agar lebih memperhatikan keadaan anak usia sekolah serta pemeberian suplemen tambahan kepada anak sekolah
    Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja serta pemberian suplemen kepada tenaga kerja wanita
    Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk pil KB kepada wanita usia subur (WUS)

DEFISIENSI VITAMIN A

Prevalensi tertinggi terjadi pada balita

Penyebab

    Intake makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah
    Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI
    MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A
    Gangguan absorbsi vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pankreas, diare kronik, KEP dll)
    Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid
    Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik)

Sifat

    Mudah teroksidasi
    Mudah rusak oleh sinar ultraviolet
    Larut dalam lemak

Tanda dan gejala

    Rabun senja-kelainan mata, xerosis konjungtiva, bercak bitot, xerosis kornea
    Kadar vitamin A dalam plasma <20ug/dl

Tanda hipervitaminosis

Akut

    Mual, muntah
    Fontanela meningkat

Kronis

    Anoreksia
    Kurus
    Cengeng
    Pembengkakan tulang

Upaya pemerintah

    Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi vitamin A dan pro vitamin A
    Fortifikasi (susu, MSG, tepung terigu, mie instan)
    Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 1-5 tahun (200.000 IU pada bulan februari dan agustus), ibu nifas (200.000 IU), anak usia 6-12 bulan (100.000 IU)
    Kejadian tertentu, ditemukan buta senja, bercak bitot. Dosis saat ditemukan (200.000 IU), hari berikutnya (200.000 IU) dan 4 minggu berikutnya (200.000 IU)
    Bila ditemukan xeroptalmia. Dosis saat ditemukan :jika usia >12 bulan 200.000 IU, usia 6-12 bulan 100.000 IU,  usia < 6 bulan 50.000 IU, dosis pada hari berikutnya diberikan sesuai usia demikian pula pada 1-4 minggu kemudian dosis yang diberikan juga sesuai usia
    Pasien campak, balita (200.000 IU), bayi (100.000 IU)

Catatan

    Vitamin A merupakan nutrient esensial, yang hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh, dimana jika asupannya berlebihan bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut dalam air
    Gangguan asupan vitamin A bisa menyebabkan morbili, diare yang bisa berujung pada morbiditas  dan mortalitas, dan pneumonia

GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

    Adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan yodium secara terus menerus dalam waktu yang lama.
    Merupakna masalah dunia
    Terjadi pada kawasan pegunungan dan perbukitan yang tanahnya tidak cukup mengandung yodium
    Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok

Dampak

    Pembesaran kelenjar gondok
    Hipotiroid
    Kretinisme
    Kegagalan reproduksi
    Kematian

Defisiensi pada janin

    Dampak dari kekurangan yodium pada ibu
    Meningkatkan insiden lahir mati, aborsi, cacat lahir
    Terjadi kretinisme endemis
    Jenis syaraf (kemunduran mental, bisu-tuli, diplegia spatik)
    Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme)

Defisiensi pada BBL

    Penting untuk perkembangan otak yang normal
    Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium

Defisiensi pada anak

    Puncak kejadian pada masa remaja
    Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki
    Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan

Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990)

    Tingkat 0 : tidak ada pembesaran kelenjar
    Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal, hanya dapat diketahui dengan palpasi, pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal
    Tingkat IB : hanya terlihat pada posisi tengadah maksimal
    Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak ± 5 meter
    Tingkat III : terlihat nyata dari jarak jauh

Sasaran

    Ibu hamil
    WUS

Dosis dan kelompok sasaran pemberian kapsul yodium

    Bayi < 1tahun : 100 mg
    Balita 1-5 tahun : 200 mg
    Wanita 6-35 tahun : 400 mg
    Ibu hamil (bumil) : 200 mg
    Ibu meneteki (buteki) : 200 mg
    Pria 6-20 tahun : 400 mg

GAKY tidak berhubungan denga tingkat sosek melainkan dengan geografis

Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium

    Fetus : abortus, lahir mati, kematian perinatal, kematian bayi, kretinisme nervosa (bisu tuli, defisiensi mental, mata juling), cacat bawaan, kretinisme miksedema, kerusakan psikomotor
    Neonatus : gangguan psikomotor, hipotiroid neonatal, gondok neonatus
    Anak dan remaja : gondok, hipotiroid juvenile, gangguan fungsi mental (IQ rendah), gangguan perkembangan
    Dewasa : gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, hipertiroid diimbas oleh yodium

Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan, rumput laut dan sea food. Sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol, sawi, ubi kayu, ubi jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah.

Pencegahan/penanggulangan

    Fortifikasi : garam
    Suplementasi : tablet, injeksi lipiodol, kapsul minyak beryodium

Senin, 30 April 2012

Sampah itu adalah televisi

Sambil menyelam minum air. Barangkali pepatah ini menggambarkan dengan tepat perilaku kapitalis media di Indonesia. Terutama televisi, tapi media lainnya tidak kecuali. Dengan menjejalkan sampah berupa entertainment dalam ke dalam benak rakyat pekerja melalui media massa, mereka menangguk keuntungan ganda.
Pertama, pundi-pundi mereka semakin penuh. Sebab, acara yang sangat diminati akan memperbanyak iklan. Kapitalis yang menjual barang atau jasa menyasar rakyat pekerja sebagai konsumen, dan media massa kapitalis menjadi jembatannya. Jelas ada simbiosis mutualisme antara kapitalis yang menjual barang dan jasa dengan kapitalis media.

Kedua, mereka berhasil menciptakan “dunia baru” bagi rakyat pekerja. Bukan dunia riil, tentu, tetapi dunia khayal. Dunia khayal ini terdiri dari berbagai panggung dan skenario, lengkap dengan para aktor dan aktrisnya, baik yang protagonist, antagonis, peran pembantu, atau semata figuran. Ada yang lucu, yang bikin pemirsa tertawa terpingkal-pingkal. Ada yang miris, yang membuat pemirsa berurai air mata. Ada yang menyebalkan, yang menciptakan rasa sebal di hati pemirsa. Ada yang menyenangkan, yang menghadirkan kegembiraan di hati pemirsa. Dengan itu semua, pertama, kapitalis media melipur lara rakyat pekerja, yang susah hati karena himpitan beban-beban kehidupan; kedua, kapitalis media mengobati kelelahan fisik dan mental rakyat pekerja setelah seharian kerja membanting tulang untuk menyambung hidup dan – khususnya kaum buruh – memperkaya kaum majikan. Dengan refreshing itu, rakyat pekerja siap membantingtulang lagi keesokan harinya. Ketiga, dengan itu semua kapitalis media mengalihkan perhatian rakyat pekerja dari akar yang sesungguhnya dari persoalan mereka, yakni penindasan dan penghisapan kapitalis, kepada permainan logika dan emosi dunia khayal. Demikianlah, dengan dunia khayal kapitalis media menjinakkan rakyat pekerja.
Entertainment tidak pernah tanpa entertainer. Karena itu kapitalis media membutuhkan para pekerja entertainment, tergantung dari jenis khayalan apa yang ingin dijualnya. Lucu, miris, menyebalkan, atau menyenangkan. Tergantung pula kemasannya: talk show, komedi, musik, infotainment, sinetron, atau reality show. Ada Thukul Arwana, Olga, Rafi, Ayu Ting Ting, Jessica Iskandar, dsb., dsb.
Ada simbiosis mutualisme antara para pekerja entertainment dan kapitalis media. Sudah barang tentu melalui mereka kapitalis media menangguk keuntungan yang sangat besar. Sejumlah pekerja entertainment, yang menjadi sales omong kosong dan sampah juga memperoleh keuntungan yang sangat besar. Semakin penampilan mereka memperbesar slot iklan, semakin tinggi mereka dibayar, dan semakin pula mereka tenar. Mereka pun menikmati kemewahan yang sekian lama menjadi “hak istimewa” para ningrat feodal dan kaum burjuis. Mereka bukan ningrat feodal, mereka juga bukan burjuis. Namun “berkah” yang dikucurkan burjuasi, yakni kapitalis media (yang dalam analisis terakhir sebenarnya diperoleh kapitalis media dari nilai lebih yang dirampas para kapitalis barang dan jasa dari kaum buruh mereka), membuat orang-orang ini bisa menikmati segala sesuatu yang tidak mungkin dinikmati oleh kaum pembantingtulang, rakyat pekerja: uang berlimpah, mewahnya makanan, pakaian, rumah, mobil, dan liburan, serta ketenaran. Dengan jeli kapitalis media pun membuat gaya hidup dan ulah mereka menjadi berita yang laku dijual kepada para pemirsa. Sampah-sampah pun memenuhi layar kaca televisi kita.
Rakyat pekerja adalah pasar. Rakyat pekerja sekaligus juga “binatang liar” yang harus dijinakkan. Pekerja entertainment diuntungkan, terlebih kapitalis media, juga klas kapitalis secara keseluruhan. Dalam hal ini Julius Caesar benar, “sirkus” (pertunjukan, atau hiburan) adalah salah satu cara yang ampuh untuk menjinakkan rakyat. Namun kapitalis media jelas lebih pandai daripada Caesar, karena mereka berhasil membuat rakyat mengisi penuh pundi-pundi mereka. Modal tidak hanya berhasil menjinakkan kaum yang dikhawatirkan akan menjadi para penggali kuburnya. Modal juga berhasil membuat kaum penggali kubur itu membuatnya semakin besar.

Antonio Gramsci, seorang Marxis dan pendiri Partai Komunis Italia, berkata-kata tentang hegemoni sebagai “perangkat lunak” yang dimiliki klas penguasa untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Hegemoni, menurut Gramsci, adalah “kepemimpinan moral dan intelektual”. Melalui agama, pendidikan, surat kabar, dan sebagainya, para produsen ideologis klas penguasa membentuk sentiment moral dan cara berpikir klas yang dikuasai. Dengan demikian klas yang dikuasai, yakni klas buruh dan rakyat pekerja lainnya, menerima begitu saja nilai-nilai moral, sistem pemaknaan, dan logika burjuasi alias klas penguasa. Pada gilirannya, rakyat pekerja tidak mempertanyakan keabsahan kekuasaan burjuasi. Tentu saja Gramsci benar. Tapi kapitalis media memperlihatkan satu prestasi lagi dari klas penguasa: memasukkan rakyat pekerja ke dalam dunia khayal, dan dengan jalan itu menjinakkan rakyat pekerja dan menangguk keuntungan besar dari mereka.

Lalu bagaimana?

Sebagai Kaum Sosialis, kenyataan ini membuat kita perlu menyadari beberapa hal. Pertama, rakyat pekerja, termasuk klas buruh, “mudah” terhegemoni oleh klas penguasa. Kita tidak boleh menyalahkan rakyat pekerja. Burjuasi memiliki sarana-sarana yang memungkinkan mereka meng-hegemoni rakyat pekerja. Dengan itu mereka tanpa henti membanjiri hati dan pikiran rakyat pekerja dengan “makanan” (baca: sampah) yang “enak” namun melumpuhkan daya kritis mereka. Di samping itu, rakyat pekerja yang begitu terhimpit oleh beban-beban kehidupan akan lebih reseptif terhadap obat-obat bius yang diinjeksikan kapitalis media.

Kedua, klas buruh, sebelum tiba pada kesadaran klas yang revolusioner, mereka tetap dalam posisi “class in itself”, klas pada dirinya sendiri. Mereka tidak hanya teralineasi dari hasil kerja mereka, tapi juga dari diri mereka sendiri. Dalam posisi tersebut, klas buruh ibarat bahan mentah yang nyaris bisa diperlakukan apa saja oleh kaum kapitalis. Bila mereka sudah tiba pada kesadaran klas yang revolusioner, jadilah mereka class for itself (klas untuk dirinya sendiri), yang mampu menolak hegemoni kapitalis dan bangkit untuk menggulingkan kapitalisme.

Ketiga, agar klas buruh tiba pada posisi “class for itself”, kita harus mengarahkan kerja-kerja politik kita pada mereka. Kontra-hegemoni, dalam kosakata Gramsci. Kita harus menggugah kesadaran kritis, yang membuat mereka mempertanyakan “sampah-sampah” itu, dan akhirnya menghantar mereka pada kesadaran klas yang revolusioner.

Keempat, kita perlu realistis, bahwa muskil bagi kita untuk menggugah kesadaran kritis klas buruh dan rakyat pekerja secara keseluruhan. Dalam kerja-kerja politik kita, hendaklah kita jeli untuk melihat unsur-unsur yang secara potensial atau secara aktual memiliki kesadaran yang maju. Kita perlu mengkomunikasikan Marxisme secara intensif dan terprogram, serta mengorganisir mereka sehingga mereka dapat menjadi garda depan klas mereka, bahkan garda depan rakyat pekerja.

Kelima, “roti dan sirkus akan menjinakkan rakyat.” Begitulah pemikiran diktator Romawi, Julius Caesar. Pemikiran ini reaksioner, memberi resep kepada para tiran dalam mempertahankan kekuasaan otoritarian mereka. Namun, pemikiran ini bisa dibalik untuk melihat kondisi obyektif dan faktor subyektif negeri kapitalis terbelakang seperti Indonesia. Mari kita pertimbangkan: untuk beberapa waktu, diktator Soeharto dan Orde Barunya berhasil memasok “roti” atau memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat. Tapi ketika “roti” mengalami krisis yang akut, ketakutan dan kebencian rakyat kepadanya bertransformasi menjadi kemarahan yang mendorong mereka menggulingkan Soeharto.
Pasca Soeharto adalah eranya klas penguasa yang lama dan hubungan produksi lama (kapitalisme) dengan rezim yang baru (tanpa Soeharto). Rezim-rezim pasca Soeharto, termasuk rezim SBY, gagal memasok “roti” seperti Soeharto (meski 40 orang terkaya di Indonesia terbukti semakin kaya, namun kemiskinan yang parah semakin meluas). Tapi rezim SBY masih tertolong oleh aneka sirkus pelipur lara dan penyegar rakyat pekerja serta pengalih kesadaran kritis mereka. Tapi sampai kapan? Nigeria baru saja menunjukkan gejala revolusioner, yang dipicu oleh keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Fundamental ekonomi Indonesia yang semakin menyisihkan sektor informal (ekonominya rakyat, pasar tradisional, warungan, angkringan, kelilingan, asongan) dan makin menjadi lahan bagi imperialisme (“neoliberalisme”, yang pada galibnya tak lain daripada tahapan tertinggi kapitalisme, yakni imperialisme), tinggal menunggu waktu untuk mengalami krisis “roti” yang akut.
Di tengah krisis seperti ini, tidak ada satu sirkus atau sampah entertainment pun yang akan dapat bertahan. Kondisi obyektif akan membuat kesadaran massa berubah secara drastis: mengenyahkan sampah dan bergerak melawan rezim. Jadilah revolusi sosial. Namun ini baru awal kisah. Karena seperti Reformasi 98, revolusi sosial bisa dibajak oleh para reformis untuk mempertahankan klas penguasa yang lama dan hubungan produksi yang lama dengan menggantikan rezim yang lama dengan rezim yang baru. Atau seperti Revolusi Iran 1979, yang dibajak oleh kaum kontra-revolusioner fundamentalis, yang menyingkirkan klas penguasa yang baru namun mempertahankan hubungan produksi yang lama dan mendirikan rezim yang baru. Revolusi sosial baru mencapai tujuan hakikinya bila ia dikawal oleh kaum Sosialis revolusioner, yang bersama dengan garda depan proletariat memimpin rakyat pekerja untuk menyingkirkan klas penguasa yang lama, mengakhiri hubungan produksi yang lama (kapitalisme) dan menggantikannya dengan hubungan produksi yang baru (sosialisme), dan menegakkan rezim baru, yakni diktatur proletariat atau pemerintahan buruh.
Tapi untuk itu, kita tidak boleh berpangku tangan. Kita harus mengintensifkan kerja-kerja politik kita dalam membangun partai pelopor revolusioner dan garda depan proletariat. Dengan bekal tradisi, program, dan metode yang kita pelajari dari para revolusioner sejati, yakni Marx, Engels, Lenin, Trotsky, dan Ted Grant, kita sedang dan akan terus melakukannya.
Sampah di televisi kita akan berakhir bila media ada dalam kepemilikan, akses, dan kontrol demokratis rakyat pekerja. Para penjaja sampah, seperti halnya produsen sampah alias kapitalis media, tidak bisa lagi menikmati kemewahan di tengah-tengah kemelaratan dan penderitaan rakyat pekerja bila negeri ini mengalami demokratisasi yang sejati, yakni demokratisasi yang meletakkan segala kekuasaan ekonomi dan politik pada rakyat pekerja yang mengorganisir diri dalam dewan-dewan pekerja dan dewan-dewan komunal. Televisi dan para pekerja seni akan memperkaya kebudayaan rakyat pekerja bila negara ini tidak lagi menjadi negaranya klas burjuis (diktatur burjuis), tetapi negaranya rakyat pekerja. ***



posted from Bloggeroid

Minggu, 29 April 2012

Dilema Gemini

Gue adalah anak muda yang masih labil, itu wajar buat anak muda seumuran gue, masih mau ini tunjuk itu tunjuk ini..,
Cepet mau cepet bosen..
Tapi buat gue kehidupan itu ngga mesti nya asik dengan memiliki semua barang barang bagus,.
Karena buat gue sahabat,keluarga dan lingkungan sekitar kita juga bisa nambah feel dalam hidup.
Hahahaha,,..

Gue mau cerita.,
Suatu saat di siang hari yang panas terik,."yang mungkin pada saat itu kalo ada kepiting jalan pasti bakal memerah"..
Ozone di bumi emang udah tipis,.
"kenapa ga ada lembaga yang ngurus penambelan ozone di dunia sih!?".,,
kalo memang ada itu pasti genius,.
balik lagi kecerita >
Gue saat itu baru aja sampe di parkiran kampus,. Sambil turun dari motor gue lepas helm sambil ngibasin rambut gue,dengan gaya slow motion dan mata yang berbinar binar.. "criiiings!"
lalu jalan menuju gedung kampus.,gue langsung nyari kawanan gue,yang biasa nya lagi pada nongkrong nongkrong sambil ngisap rokok,.pandangan kosong dan liur yang menetes...
Gue cari kesana kemari sambil bawa alamat,,.( like a female singer ) ngga nemu nemu juga..
Ga sengaja waktu jalan di taman gue nyium bau yang tak sedap di hidung yang sangat menyengat, saat gue memalingkan badan gue dan mencari sumber bau itu, ternyata itu kawanan gue, gue senang, bahagia dan terharu bercampur aduk langsung gue lari dan memeluk mereka, bagaikan emak yang sudah lama kehilangan anak nya., (sedikit hyperbola).
Akhir nya gue ketemu sama mereka...
Sembari nunggu dosen biasa nya gue dan kawanan bersunda gurau di taman, sambil melihat bunga bunga dan juga ayam ayam berlalu lalang.,, di selingi dengan siul siul nakal ga jelas, ga khas anak alay..
Lagi asik nya ngumpul tiba-tiba sensor di kepala gue berbunyi..tiiit tiit tiittt tititt... (<<jangan ngeres).,, sambil menengok ke arah bangku taman di sebelah gue...
Di bawah bangku itu gue liat ada lampu kelap kelip dari sebuah benda persegi panjang dengan layar hitam(yang biasa disebut handphone),.. Gue yang saat itu bingung mau gimana.. Gue tarik satu dari kawanan gue si Udjo sampe dia tercekik trus ngejulurin lidah nya layaknya anjing gila.., sambil menggeram dia melototin gue.,,
Langsung gue aja gue hantem kepala nya,dan sekejap dia menjadi jinak.,,
"woi lo liat tuh di kolong bangku ada apa",. Seru gue sambil nunjukin barang yang gue maksud ke dia,. temen gu malah bengong, sumpah ni orang goblok banget dalam hati gue..,
Trus di dengan senyum sumringah nya malingin muka ke gue pelan pelan., "BB coy...." Bisik nya ke gue..
dengan komando singkat gue suruh dia buat ambil tu BB edisi Gemini,, "udah Ambil"...
"tutupin gue yee",,suruh nya.,
Langsung gue ambil tong sampah di samping gue dan gue tutupin dia dengan tong sampah itu.,,
Selesai ngambil kita langsung buru buru ke toilet mahasiswa.. Di sana temen gue dengan muka yang berseri seri di campur dengan senyum sumringah langsung ambil inisiatif untuk ngambil kartu SIM di Gemini itu dan langsung di telan nya kartu itu untuk menghilangkan bukti.,
Sambil berunding untuk di apakan si Gemini ini..
kita ambil keputusan untuk jual tuh Gemini,.
Si Gemini ini kawan gue si udjo yang pegang.,,
Kita pulang kerumah masing masing untuk istirahat dan bsok nya segera menjual Gemini yang baru kita adopsi bersama.,

Kesokan hari nya gue dapet kabar kalo bokap gue sakit berat,.
Gue yang hari itu harus kekampus akhir nya izin dan segera ngebawa bokap gue kerumah sakit untuk pengobatan...,
Gue kasian ngeliat keadaan bokap yang saat itu terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.,
Biaya rumah sakit yang ngga murah dan keadaan bokap gue ngebuat keadaan keluarga gue menghadapi cobaan yang lumayan ngebuat keluarga gue bingung dan stress mikirin semua nya..
Seminggu gue ngga dateng kekampus lantaran ngurus bokap gue,karena cuma gue anak laki satu satu nya..,
Sampai suatu saat gue teringat lagi soal si Gemini..,
Gue mikir kalo gue jual tuh Gemini dan bagi dua sama temen gue lumayan juga buat bantu bantu biaya pengobatan..,
Keesokan nya gue nemuin si udjo,.
Gue curhat tentang semua keluh kesah gue selama gue ngga ngampus.,,
Si udjo pun cuma nepuk punggung gue., gue sempet mikir kalo di tertarik sama gue..
tapi dia bilang "sabar ya,,badai pasti berlalu" ,. Kaya nya ni anak kebanyakan baca novel.,,
Gue sama Udjo mikirin untuk ngejual dimana.,,
Akhir nya kesepakatan di tentuin di pusat grosir handpone ternama.,
Kita sepakat untuk ngejual nya di akhir pekan nanti..,

Malam hari nya di rumah,. Gue GALAU bgt (itu pakem anank-anak sekarang),.
Bergejolak di fikiran gue..
Gue liat malaikat dan setan di samping gue lagi bertarung untuk nentuin di jual atau ngga si Gemini ini..,
Gue ngeliatin aja si malaikat dan setan bertarung dan saling ingin membunuh satu sama lain..,
Karena kejahatan tidak bisa mengalah kan kebenaran akhir nya setan pun kalah,..
Dan gue berfikir,, seandainya gue jual si Gemini pasti si empunya bakalan kecewa galau dan segala macam, dan juga gue ngga mungkin biayain berobat bokap dari hasil jual Gemini orang.,
Gue renungin semalaman suntuk...
Sampai akhir nya gue memutuskan untuk balikin si Gemini.,
Bsok nya gue datengin si Udjo..
Ternyata si Udjo yang sangar bewokan dengan rambut gondrong nya itu yang sudah lama menjadi sarang kecoa datang dengan mata yang sepertinya kurang tidur.,,
Dia juga tidak bisa tertidur semalaman suntuk,. Memikirkan di Gemini ini.,,
Si Udjo pun setuju dengan keputusan gue..,
Pada hari itu juga Di adakan Sidak.,
Gue dan Udjo mencari sejarik data.. Si empunya Gemini, ternyata ia anak tingkat satu di kampus gue..
Gu sidak langsung aja kelas nya..
Gue cari si anal dengan nama yang gue temuin di BB..
Gue panggil nama itu..
Dengan wajah penuh ketakutan dan pucat..
Anak-anak tingkat satu ngga ada yang mau ngaku...
Akhir nya gue tanya baik baik,,.
"gue kesini ngga maksud jahat"...
Akhir nya ada sang anak yang keluar dari seongok orang yang sedang berkumpul,.
Iya bang gue ke ilangan BB..
Gue introgasi tuh anak..
Di bawah sorot lampu yang remang remang dan sedikit bergoyang.. Sambil mengeluarkan pentungan si Udjo langsung menanyai si empunya Gemini,..
"handpone lo type apa? Ilang nya di mana? Kapan ilang nya? Kapan beli nya? Di lahirkan dimana ? Siapa ibu nya? Anak dari berapa bersaudara? Makanan favorite nya apa? Hobi nya apa? Udah punya pacar belum?"( emang si Udjo freak ).
Si anak pun berteriak "cukuuuup,. Ampuni aku bang" ..
Si Udjo pun berenti berdesis..
Akhir nya dengan proses introgasi yang cukup lama kami percaya kalo si anak itu adalah orang tua kandung dari si gemini ini..
Air mata pun pecah mereka pun langsung berinteraksi.,
Mmmmm...
Lega nya berbuat baik...
Saat gue dan Udjo berniat meninggalkan drama itu.... Si anak itu pun memanggil kami berdua.. Sambil mengambil sesuatu dari saku nya ia mengeluarkan selembar kertas dengan warna merah berkilau,, mata kami seketika menjadi hijau dan tersenyum sipu...
"bang ini buat abang",..kata si anak. Kami pun senang bergembira dan menari nari sambil meninggalkan si anak itu...
sepulang dari kampus gue lamgsung ke rumah sakit untuk jagain bokap lagi..
Paling ngga gue udah ngerasa lega udah bisa ngebantu orang...
Alhamdilullilah bokap gue lekas membaik keadaan nya..
Gue ga bisa ngebayangin kalo obat bokap gue di biayain dari uang hasil ngejual gemini..
So dari itu gue kasih tau ke lo semua yang satu spesies sama gue sebagai manusia..
"Coba lah untuk jadi berguna untuk orang lain".

posted from Bloggeroid

The original authors of Erry triatmojo

Minggu, 16 Januari 2011

WAWASAN

4 Seniman Paling Berpengaruh di Dunia


1. Beethoven

lahir pada tahun 1770 .Bethoven adalah seorang Jerman komposer dan pianis. Ia adalah tokoh paling penting dalam periode transisi antara Klasik dan Romantic era dalam musik klasik Barat, dan tetap menjadi salah satu yang terkenal dan paling berpengaruh komposer sepanjang masa. yang kemudian ibukota Elektorat Cologne dan bagian dari Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman pada masa kini-hari Jerman, ia pindah ke Wina di awal tahun duapuluhan dan tinggal di sana, belajar dengan Joseph Haydn dan cepat mendapatkan reputasi sebagai virtuoso pianis. Pendengarannya mulai memburuk di akhir 1790-an, namun ia terus menulis, melakukan, dan melakukan, bahkan setelah menjadi tuli sepenuhnya.Bethoven tetap tidak berhenti berkarya meskipun penyakit tulinya semakin parah.Mungkin dengan ketuliannya,perasaan dan kepekaannya menjadi lebih terasa sehingga ia berhasil menghasilkan karya berkualitas tinggi.
2.Leonardo Da Vinci

Leonardo Di ser Piero da Vinci (April 15, 1452 – 2 Mei 1519) adalah seorang Italia polymath: pelukis, pematung, arsitek, musisi, ilmuwan, matematikawan, insinyur, penemu, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani dan penulis. Leonardo sering digambarkan sebagai arketipe dari orang Renaissance, seorang pria yang tak terpadamkan rasa ingin tahu itu hanya bisa disamai kekuasaannya penemuan.Ia secara luas dianggap sebagai salah satu yang terbesar pelukis semua waktu dan mungkin yang paling berbakat diversely orang yang pernah hidup.Menurut sejarawan seni Helen Gardner, ruang lingkup dan kedalaman kepentingannya adalah tanpa preseden dan “pikirannya dan kepribadian tampaknya bagi kita manusia super, manusia itu sendiri yang misterius dan terpencil”.Marco Rosci menunjukkan, bagaimanapun, bahwa meskipun ada banyak spekulasi tentang Leonardo, visinya dunia pada dasarnya adalah logis, bukan misterius, dan bahwa metode empiris ia mempekerjakan tidak biasa untuk waktunya.Lahir anak tidak sah dari notaris, Piero da Vinci, dan seorang wanita petani, Caterina, di Vinci di wilayah Florence, Leonardo dididik di studio pelukis terkenal Florence, Verrocchio. Sebagian besar bekerja sebelumnya hidupnya dihabiskan dalam pelayanan Ludovico il Moro di Milan. Ia kemudian bekerja di Roma, Bologna dan Venezia dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di Prancis, di rumah yang diberikan kepadanya oleh Francis I.
Leonardo dan terkenal terutama sebagai pelukis. Dua dari karya-karyanya, yang Mona Lisa dan The Last Supper, yang paling terkenal, paling direproduksi dan paling diparodikan potret dan lukisan keagamaan sepanjang masa, masing-masing, ketenaran mereka mendekati hanya oleh Michelangelos ‘ Penciptaan Adam. menggambar Leonardo dari Vitruvian Man juga dianggap sebagai ikon budaya, yang direproduksi dalam segala hal dari Euro untuk buku teks untuk t-shirt. Mungkin lima belas lukisannya bertahan, jumlah kecil karena terus-menerus, dan sering bencana, percobaan dengan teknik baru, dan menunda-nunda kronis-nya.Namun demikian, beberapa ini bekerja, bersama dengan notebook, yang berisi gambar, diagram ilmiah , dan pemikirannya tentang sifat seni lukis, terdiri dari kontribusi terhadap generasi selanjutnya dari seniman hanya disaingi oleh kontemporer itu
3. Michellangelo Buonarotti

Michelangelo Buonarroti Simoni Di Lodovico (6 Maret 1475 – 18 Februari 1564), umumnya dikenal sebagai Michelangelo, merupakan Renaissance Italia pelukis, pematung, arsitek, penyair, dan insinyur. Meskipun membuat beberapa forays luar seni, fleksibilitas dalam disiplin ia mengambil adalah seperti sebuah orde yang tinggi bahwa ia sering dianggap sebagai pesaing untuk judul tipikal orang Renaisans, bersama dengan saingannya Italia dan rekan-rekannya, Leonardo da Vinci.
nstrasi yang unik berdiri’s Michelangelo, ia adalah artis Barat pertama yang biografi diterbitkan ketika ia masih hidup.Dua biografi diterbitkan dari dirinya selama hidupnya, salah satunya, oleh Giorgio Vasari, diusulkan bahwa ia puncak yang dari semua pencapaian artistik sejak awal Renaissance, sudut pandang yang terus memiliki mata uang dalam sejarah seni selama berabad-abad. Dalam hidupnya ia juga sering disebut Il Divino (“yang ilahi”). Salah satu kualitas paling dikagumi oleh orang-orang sezamannya adalah miliknya terribilità, rasa kagum-inspirasi keagungan, dan itu adalah upaya seniman berikutnya untuk meniru Michelangelo berapi-api dan gaya pribadi yang sangat yang mengakibatkan Mannerisme, gerakan besar berikutnya dalam seni Barat setelah Renaissance Tinggi.

4.William Shakespeare

William Shakespeare dibaptis 26 1564 April; meninggal 23 April 1616 adalah seorang Inggris penyair dan dramawan, secara luas dianggap sebagai penulis terbesar dalam bahasa Inggris dan dunia unggulan sandiwara itu. Ia sering disebut Inggris nasional penyair dan “Bard of Avon”. selamat Karya-karyanya, termasuk beberapa kolaborasi, terdiri dari 38 drama, 154 soneta, dua panjang puisi naratif, dan puisi lainnya. memainkan karyanya telah diterjemahkan ke dalam setiap bahasa yang hidup besar dan dilakukan lebih sering dibandingkan dengan penduduk dramawan lain.
inan agama, dan apakah karya dikaitkan dengannya telah ditulis oleh orang lain.
Shakespeare yang diproduksi sebagian besar pekerjaan dikenal di antara 1589 dan 1613. awal memainkan Nya terutama komedi dan sejarah, genre dia diangkat ke puncak kecanggihan dan seni pada akhir abad keenam belas. Dia kemudian menulis terutama tragedi sampai sekitar 1608, termasuk Hamlet, King Lear, dan Macbeth, dianggap beberapa karya terbaik dalam bahasa Inggris. Pada tahap terakhir, ia menulis tragicomedies, juga dikenal sebagai roman, dan berkolaborasi dengan drama lainnya.
Banyak dramanya diterbitkan dalam edisi dari berbagai kualitas dan akurasi selama hidupnya. Pada tahun 1623, dua teater mantan rekan-rekannya menerbitkan Folio Pertama, edisi mengumpulkan karya-karya dramatis bahwa termasuk semua kecuali dua dari bermain sampai sekarang diakui sebagai Shakespeare.
Shakespeare adalah seorang penyair dan dramawan dihormati di hari sendiri, tapi reputasinya tidak bangkit ke ketinggian yang sekarang sampai abad kesembilan belas. The Romantics, khususnya,’s Shakespeare jenius diakui, dan Victoria menyembah Shakespeare dengan hormat bahwa George Bernard Shaw disebut “bardolatry”. Pada abad kedua puluh, karyanya berulang kali diadopsi dan ditemukan kembali oleh gerakan-gerakan baru di beasiswa dan kinerja. memainkan Nya tetap sangat populer saat ini dan terus belajar, dilakukan dan ditafsirkan kembali dalam konteks budaya dan politik yang beragam di seluruh dunia.
Michelangelo Buonarroti Simoni Di Lodovico (6 Maret 1475 – 18 Februari 1564), umumnya dikenal sebagai Michelangelo, merupakan Renaissance Italia pelukis, pematung, arsitek, penyair, dan insinyur. Meskipun membuat beberapa forays luar seni, fleksibilitas dalam disiplin ia mengambil adalah seperti sebuah orde yang tinggi bahwa ia sering dianggap sebagai pesaing untuk judul tipikal orang Renaisans, bersama dengan saingannya Italia dan rekan-rekannya, Leonardo da Vinci.
nstrasi yang unik berdiri’s Michelangelo, ia adalah artis Barat pertama yang biografi diterbitkan ketika ia masih hidup.Dua biografi diterbitkan dari dirinya selama hidupnya, salah satunya, oleh Giorgio Vasari, diusulkan bahwa ia puncak yang dari semua pencapaian artistik sejak awal Renaissance, sudut pandang yang terus memiliki mata uang dalam sejarah seni selama berabad-abad. Dalam hidupnya ia juga sering disebut Il Divino (“yang ilahi”). Salah satu kualitas paling dikagumi oleh orang-orang sezamannya adalah miliknya terribilità, rasa kagum-inspirasi keagungan, dan itu adalah upaya seniman berikutnya untuk meniru Michelangelo berapi-api dan gaya pribadi yang sangat yang mengakibatkan Mannerisme, gerakan besar berikutnya dalam seni Barat setelah Renaissance Tinggi.

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/06/4-seniman-paling-berpengaruh-di-dunia.html

Beranda

Blog ini
Di-link Dari Sini
Web
Blog ini
 
 
 
 
Di-link Dari Sini
 
 
 

Web
 
 
 

Kamis, 19 November 2009

SILSILAH MUSIK DI DUNIA

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.

A.Perkembangan Musik Dunia

Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi

PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :

1.Zaman Abad Pertengahan

Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.

Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)

Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.

Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :

1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.

2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)

Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.


Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :

1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.


3. Zaman Barok dan Rokoko

Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.

Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :

A. Johan Sebastian Bach

Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:

1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg


Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.

Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig

B. George Fredrick Haendel

Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;

1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).


Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.

4. Zaman Klasik 91750 – 1820)

Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:

a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.

Komponis-komponis pada Zaman Klasik antara lain :


1. Frans Joseph Haydn (1732 – 1809),

Lahir di Rohrau Austria, ia meninggal tanggal 31 Mei 1809 di Wina Austria. Karya ciptaannya yaitu : Sonata Piano, 87 buah kuartet, 24 buah opera, 100 buah simfoni, yang paling terkenal adalah The Surprisse Sympony. Dalam sejarah musik, Joseph Haydn termashur sebagai Bapak Simfony yang mewujudkan bentuk orkes dan kuartet seperti yang kita kenal sekarang. Di Wina ia diakui sebagai Komponis Austria yang handal.


2. Wolfgang Amandeus Mozart (1756 – 1791)

Lahir pada tanggal 27 januari 1756 di Salzburg Austria, meninggal tanggal 5 Desember 1791 di Wina Austria. Hasil karyanya adalah : Requiem Mars, 40 buah Simfony, Opera Don Geovani, Kuintet Biola Alto, Konserto Piano. Pada usia 3 tahun ia telah dapat menghasilkan melodi dan menerapkan accor pada hrpsikord. Pada usia 5 tahun ia telah mulai menciptakan lagu dan muncul didepan umum pada usia 6 tahun, kemudian bersama saudara perempuannya mengadakan Tour keliling Eropa. Pada tahun 1781 ia pindah ke kota Wina dan mengarang ciptaan-ciptaannya yang termaahur. Permainannya sangat menakjubkan, sehingga dijiluki Anak Ajaib. Biarpun memperoleh banyak sukses, tapi ia sangat miskin dan dalam keadaan yang sengsara, ia meninggal di Wina dalam usia 35 tahun dan dikuburkan di pekuburan fakir miskin. Ia menulis banyak komposisi dalam bentuk yang berbeda-beda tetapi berpegang kuat pada gaya klasik murni.


5. Zaman Romantik (1820 – 1900)

Musik romantic sangat mementingkan perasaan yang subyaktif. Musik bukan saja dipergunakan untuk mencapai keindahan nada-nada, akan tetapi digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak dipakai. Komponis-komponis pada Zaman romantic adalah :

a. Ludwig Von Bethoven dari Jerman.
b. Franz Peter Schubert dari Wina.
c. Francois Fredrick Chopin dari Polandia
d. Robert Alexander Schumann dari jerman.
e. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman.

Riwayat Haidup Komponis Zaman Romantik :


A. Ludwig Von Beethoven (1770 – 1827)

Lahir Desember 1770 di Bonn Jerman, ia meninggal tanggal 26 Maret 1827 di Wina Austria. Ia menamakan dirinya sebagai Pujangga Nada. Sejak usia 4 tahun dia belajar musik dibawah asuhan ayanhnya. Pada usia 17 tahun ia pergi ke Wina menemui komponis Mozart, kemudian Mozart memberi bimbingan musik kepadanya, sehingga ia dapat menjadi pemain musik yang baik danm komonis yang berbakat. Pada usia 30 tahun pendengarannya mulai berkurang, dan usia 50 tahun pendengarannya tuli sama sekali. Pada waktu ciptaannya Ninth Symphonies lahir, ia tidak mampu lagi mendengarkan hasil karyanya itu. Pada tanggal 26 Maret 1827, dia meninggal di Wina. Ia hidup dengan sangat menderita, tetapi mampu menciptakan Sonata dunia yang paling indah. Hasil ciptaannya antara lain :

- 5 buah sonata cello dan piano.
- 9 buah symfoni
- 32 sonata piano.


B. Franz Peter Scubert (1797 – 1828)

Lahir di Wina 31 Januari 1797, dia meninggal tanggal 19 Desember 1828, ciptaannya antara lain : Ave Maria, The Erl King, Antinghed Symphony, Gretchen At The Spining Sheel, The Wild Rose. Schubert mempunyai suara yang merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya dibidang komposisi. Pada waktu meninggal, Ia tidak dikenal orang banyak dan berpasan agar dikuburkan dekat makan Beethoven. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo.


C. Wilhelm Richard Wagner (1813 – 1883)

Lahir tanggal 22 Mei 1813 di Leipzig Jerman, meninggal 13 Februari 1883 di Venesia. Hasil ciptaannya antaralain : Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander.

D. Johannes Brahms (1883 – 1897)

Lahir 7 Mei 1883 di Hamburg Jerman, ia meninggal 3 April 1897 di Wina Austria. Hasil ciptaannya : Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek.. paa usia 14 tahun ia telah menjadi pianis yang baik. Dia adalah seorang komponis terakhir dari aliran Romantik, karyanya sangat indah.

6. Zaman Modern (1900 – sekarang)

Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.


Komponis-komponis pada Zaman Modern :

1. Claude Achille Debussy dari Prancis
2. Bella Bartok dari Honggaria.
3. Maurice Ravel dari Prancis.
4. Igor Fedorovinsky dari Rusia
5. Edward Benyamin Britten dari Inggris.